Minggu, 25 April 2010

Berbakti Kepada Orangtua Part 3


Bapak dan ibu guru yang saya hormati, teman – temanku yang saya sayangi dan saya hormati pula,
Puja dan puji syukur marilah kita panjatkan kepada illahirobi, yang senantiasa memberikan nikmat kepada kita semua, nikmat iman dan islam. setengah dari nikmat tersebut ialah nikmat sehat wal’afiat . Sehingga kita bersama dapat berkumpul bermuajaha dalam acara ini.
Tak lupa solawat serta salam marilah kita sanjungkan kepada akhiruzzaman Nabiyullah baginda rasul Muhammad saw.
Hadirin walhadirot yang dimuliakan Allah, dalam kesempatan yang berbahagia ini saya akan mengangkat tema tentang “Berbakti kepada kedua orang tua”

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Sebagai seorang Muslim kita wajib berbakti kepada kedua orang tua sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 36:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Yang artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orangtua

Ayat tadi memerintahkan kepada kita agar senantiasa menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dan berbuat baik kepada kedua orangtua kita. Cobalah kita hitung jasa kedua orangtua kita, tentu tidak akan mampu menghitungnya, karena jasa mereka sangat besar tiada terkira.

Saat hamil, ibu selalu dalam kepayahan karena mengandung kita, sementara bapak bekerja siang dan malam untuk kelahiran kita. Begitu pula saat lahir, mereka pun mencurahkan segala perhatian dan kasih sayang kepada kita. Bahkan sampai sekarang kasih sayangnya tiada terkira. Subhanallah, betapa mulia jasa kedua orangtua kita!



Suatu hari, ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi SAW, “Siapakah yang patut memperoleh penghormatan terbaik dariku, wahai Nabi?”
“Ibumu,” jawab Nabi singkat.
”Lalu siapa lagi?” sahabat kembali bertanya.
“Ibumu,” Nabi tetap memberi jawaban yang sama.
“Lalu siapa?” sahabat itu terus bertanya.
“Ibumu,” lagi-lagi Nabi memberi jawaban yang sama hingga tiga kali.
“Lalu siapa, wahai Nabi?”
“Ayahmu.” Sehubungan dengan kewajiban mendo’akan ibu dan ayah, Allah S.W.T. Telah berfirman : "Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kalian jangan beribadah selain kepada dia dan hendaklah kalian berbuat baik pada ibu dan Ayah kalian dengan sebaik-baiknya, jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-keduanya sampai berumur lanjut jangan kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Ya Rabbi, kasihinilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah menyantuni aku waktu kecil". (QS 17:23-24).
Berlaku lemah lembut terhadap kedua orang tua.
Betapa besar kewajiban anak terhadap orang tua, sampai-sampai anak pun dilarang berpaling sedikit pun dari perintah orang tua, walaupun berkata "ah".
Allah S.W.T berfirman : ‘’Maka jangalah kamu katakan pada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah pada mereka perkatan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap keduannya serta berdo’alah: ‘’ Wahai Robbku, kasihinilah kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasihi aku diwaktu kecil". (Al Israa 23-24).

Termasuk juga dalam cara berbicara terhadap orang tua anak harus memperhatikan sopan santun.
Allah swt telah berfirman : "Dan ucapkanlah kepada mereka berdua perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan." (17:23-24).

Apakah yang dimaksud dengan „perkataan yang mulia dalam ayat diatas" ? Sa’id ibnul Musayyab menjawab: „Bagaikan bicaranya hamba sahaya yang berbuat kekeliruan, tehadap tuannya yang galak. Terlebih-lebih bila kita mempunyai orangtua yang sudah berumur, yang mana dituntut kesabaran dan ketelatenan tinggi dalam mengurus mereka
Perintah yang terkandung di dalam makna ayat ini menunjukkan wajib. Oleh karena itu anak harus mendo’akan untuk kedua orang tuanya agar mereka diberi rahmat oleh Allah. Sahabat Rasulullah bernama Sufya r.a pernah ditanya seseorang: „Berapa kalikah do’a yang harus dipanjatkan oleh seseorang untuk kedua orang tuanya dalam sehari, atau satu bulan atau satu tahun ?" Sufya ra menjawab :"Kami kira cukuplah seandainya ia mendo’akan kedua orang tuanya pada akhir tahiyyat shalatnya."
Perintah yang terkandung di dalam makna ayat ini menunjukkan wajib. Oleh karena itu anak harus mendo’akan untuk kedua orang tuanya agar mereka diberi rahmat oleh Allah. Sahabat Rasulullah bernama Sufya r.a pernah ditanya seseorang: „Berapa kalikah do’a yang harus dipanjatkan oleh seseorang untuk kedua orang tuanya dalam sehari, atau satu bulan atau satu tahun ?" Sufya ra menjawab :"Kami kira cukuplah seandainya ia mendo’akan kedua orang tuanya pada akhir tahiyyat shalatnya."


Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Jika kita mengetik kata-kata, "baik kepada orang tua" di Google, enam dari sepuluh pertama hasil artikel Islam menekankan pentingnya patuh dan berbakti kepada orang tua. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Karena itulah, barangsiapa yang durhaka kepada kedua orangtua, niscaya Allah akan menurunkan siksa dan neraka balasannya. Panasnya, duuuuh…. Minta ampun! Pokoknya puanas banget, ratusan kali lipat panasnya dari api di bumi ini. Nah, sebagai generasi shalih dan shalihah, marilah kita berbakti kepada kedua orangtua dan senantiasa berdoa untuk mereka:

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَ لِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di kala aku masih kecil.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Demikian yang dapat saya sampaikan. apabila terdapat kata – kata yang salah dan kurang pas yang terlepas dari ucapan saya mohon dimaklumi karena manusia tidak luput dari kesalahan, dan apabila dalam kata – kata saya terdapat kata – kata yang benar dan bermanfaat itu adalah kata – kata yang berasal dari Allah SWT. sekali lagi “kupat lepet bumbune santen, menawi kula lepat nyuwun agunge pangampunten.”
Billahit-taufiq wal hidayah..
واَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّهِ وَ بَرَكَاتُهُ


Selengkapnya →

Pambuka Tirakatan Malem 17 Agustus


Salam pambuka,

Kawula nuwun, Bapak-bapak pangembating Praja ingkang kula hormati, saha sadaya warga .................. ingkang minulya, ugi dhumateng para putrna, putramudha-mudhi ingkang kula tresnani. Keparengna ing riki kula badhe matur woten ngarso panjenengan sami, minagka ketua panitya pengetan tanggap warsa Kamardikan RI, ingkang kaping ............... tanggal 17 Agustus 2009
Ingkang sepisan, kula mocapaken puji syukur wonten ing ngarsanipunGusti Allah ingkang murbeng Agesang, dene Panjene nganipun sampun kersa paring kanugrahan dhumateng kita sadaya Bangsa Indonesia, katandha ing dalu punika, kita sampun dipun keparengaken makempal kanthi wilujeng ing papan punika, saperlu sami lenggah tirakatan ing malem 17 Agustus punika.
Kaping kalihipun, kula nagaturaken panuwun ingkang tanpa pepindhan, awit sadaya warga ................ sampun sami kepareng paring pambyantu punapa kemawon dhateng panitya, murih saged ipun kaleksanaan mahargya pengetan dinten Kamardikan RI ing kang .......... tanggal 17 Agustus 2009





Kados sampun kawuningan dening para rawuh sadaya, bilih rikala tanggal 17 Agstus 1945, kita bangsa Indonesia sampun kasil uwal saking blengguning penjajah, sarta kanthi pangurbanan rah lan waspo ingkang boten sakedhik, para pemimpin kita sampun kasil maosan Teks Proklamasi Kamardikan RI dhateng Saindenging Bawana, saengga sadaya Bangsa ing manca Nagari sami mangertosi, bilih sampun lahir satunggalih Negari enggal ingkang nami Indonesia. Ing dinten benjang enjang tanggal 17 Agustus ........Nagari kita Republik Indonesia jangkep yuswa........tahun.
Awit saking punika ing tirakatan dulu punika, kita sadaya badhe sesarengan lelenggahan seperlu mengeti dinten Kamardikan kita, saha sesarenagan nyenyuwun dhumateng Gusti ingkang akarya Jagad, mugi-mugi, pengetan tanggap warsa ingkang kaping........ punika mangke saged kaleksanaan kanthi wilujeng, saha sapanginggilipun, Nagari kita Republik Indonesia, pinaringan rahayu widada,nir baya, nir ing sambekala, tebih saking parang muka, pinaringan tata tentrem kerta raharja, saha nayaka pangembate praja, pingga saged manuntun Bangsa kita dumatheng ancasing Revolusi, inggih punika wujuding bebrayan ageng adhil lan makmur sadaya bangsa Indonesia.
Awit titi laksana sampun ndungkap ing kalamangsa ingkang katemtokaken, pramila kantji mocap .......( miturut kapitadosanipun ), tirakatan dalu punika kawiwitan.
Slejengipun mbok bilih wonten sawetawis kekirangan ingkang saged ndadosaken kirang renaning penggalih mugi kersa paring kathah kiranging atur, kula namung saged nyuwun agunging pang aksami. Ing wasana mugi keparenga handumugekaken lelengg gahan kanthi mardikaning penggalih, sarta panutuping atur............

www.emoseven.blogspot.com

Selengkapnya →

Sambutan Hari Proklamasi 17 Agustus


Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Marilah kita buka malam peringatan Hri Ulang Taahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada malam ini dengan salam perjuangan bersama-sama serta penuh semangat MERDEKA...........MERDEKA.............. terima kasih.

Saudaraku sebangsa dan setanah air.
Seperti biasanya pada setiap tanggal 17 Agustus, kita bangsa Indonesia memperingati hari ulang tahun kemerdekaannya, dimana pada tanggal tersebut merupakan peristiwa yang sangat penting serta merupakan tonggak sejarah guna terwujudnya cita-cita bangsa Indonesiayang merdeka, berdaulat dan terbebas dari belenggu penjajah.
Kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan, oleh sebah itu penjajahan di bumi Indonesia harus dihapuskan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Memperoleh kemerdekaan itu tidak mudah melainkan penuh pengorbanan jiwa, raga sertatak ketinggalan harta benda. Betapa sulitnya bansa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan hingga ratusan tahun bangsa indonesia demi kemerdekaan ini. Untuk itu kita sebagai bangsa Indonesia yang tidak ikut berjuang dalam mengusir penjajah pada saat itu janganlah menyia-nyiakan hasilkemerdekaan ini yang telah diperoeh dengan pengorbanan yang besar oleh parapahlawan yang telah gugur mendahului kita .
Saudara-saudara sebangsa dan setanahair.




"Bangsa yang besar adalah bangsa yangmengahargai jasa para pahlawannya," yang dimaksud dengan perkataan menghargaijasa para pahlawan disini bukan hanya sekedar mengheningkan cipta dan mengadakanperayaan-perayaan saja, tetapi lebih dari itu kita dituntut dalam pengabdiandemi suksesnya pembangunan manusia seutuhnya seta menuju masyrakat yang adil danmakmur. Disinilahkita dituntut dalam mengisi kemerdekaan ini. Untuk itu marilahkita dapat mewarisi nilai-nilai 45 serta mewarisis jiwa patriot dan semangatkepahlawanan ,guna meneruskan cit-cita luhur para pahlawan demi tercapainyakeadilan dan kemakmuran.
Mudah-mudahan dengan uraian yang sederhanadan singkat ini dapat menumbuhkan semangat guna mewujudkan cita-cita bangsa dannegara, bukan sebaliknya memikirkan apa yang sudah diperbuat negara untukanda.
Sekali lagi kami ucapkan selamat HUT Kemerdekaan RI dan merdeka....................
Sekian terimakasih banyak.

Selengkapnya →

Selasa, 20 April 2010

Berbakti Kepada Orangtua Part 2



Assalamu'alaikum wr. Wb.
Yang terhormat ......, yang terhormat ..... selaku Tim Penguji, serta rekan-rekan yang berbahagia

marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang rahmat hidayah dan inayah dari Allah kita semua pada kesempatan ini dalam keadaan sehat wal’afiat dan dapat bertatap muka ditempat ini.
kedua salam dan salawat juga kita panjatkan kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW, semoga beliau senantiasa ditempatkan oleh Allah di sisi-Nya sebagai umat yang meperoleh derajat yang paling tinggi di akhirat. Amin!

Teman-teman yang saya cintai , sebagai umat islam kita wajib menjujung tinggi nilai-nilai agama kita yakni nilai2 yang ada pada kaidah Al-Qur’an dan hadist.pada pagi yang berbahagia ini, kita mencoba menggali nilai2 Agama Islam itu lebih jauh lagi, khususnya tentang berbakti kepada orang tua.

Rekan-rekan yang berbahagia

Allah yang Maha Bijaksana telah mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua dalam Al Qur’an diwujudkan dengan perintah untuk bertauhid sebagaimana firman-Nya,
“ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknyaJika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia” (Al Isro’: 23)

Rekan-rekan yang cintai.
Alangkah baiknya bila kita memahami pentingnya berbakti kepada orangtua. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal sholih yang mulia bahkan disebutkan berkali-kali dalam Al Quran tentang keutamaan berbakti pada orang tua.
Alloh Ta’ala berfirman:





Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :”Dan kam perintahkan kepda manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapinhnya dalam 2 tahun.
Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapaknya, hanya kepada Ku-lah kembalianmu.” ( QS. Luqman :14 )

Rekan2 dambaan orangtua.
Berbakti kepada orangtua termasuk amalan yang paling mulia. Demikian agungnya kedudukan berbakti pada orang tua, bahkan di atas jihad fi sabililllah, padahal jihad memiliki keutamaan yang sangat besar pula.
Hal ini tercemin dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim sbagi berkt

Ibnu Mas’ud berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rosululloh, ‘Amalan apakah yang paling dicintai Alloh?’ Beliau menjawab, ‘mendirikan sholat pada waktunya,’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa?’ Jawab Beliau, ‘berbakti kepada orang tua,’ lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Alloh.’” (HR. Al Bukhori no. 5970)..

Rekan-rekan yang saya berbahagia

Sekarang kita ketahui bersama apa arti penting dan keutamaan berbakti pada orang tua.
Oleh karena itu Marilah kita instropeksi diri apa yang telah kita lakukan tehadap kedua ortu kita, sehingga kita haus berbuat baik kepada ortu untuk memprleh memperoleeh ridhonya.Karena allah ada pada ridho kedua ortu.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada perkataan yang tidak berkenan. Semoga bermanfaat bagi diri saya dan teman2 sekalian..

Assalamu'alaikum wr.wb

Selengkapnya →

Jumat, 16 April 2010

Naskah Pidato Berbakti Kepada Orangtua


Assalamu'alaikum wr. Wb.

Segala puji bagi Allah yang menguasai seluruh alam. Rahmat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada seorang Nabi yang tidak akan ada Nabi sesudahnya, Nabi Muhammad Saw. , kepada keluarga dan sahabatnya seluruhnya.

Yang terhormat bapak kepala sekolah, yang terhormat bapak dan ibu guru, yang saya banggakan rekan-rekan sekalian.

Setiap manusia sudah pasti memiliki orang tua. Tidak satupun manusia yang lahir tanpa orang tua. Kita pun menyadari bahwa orang tua berkuah keringat, siang dan malam banting tulang, memeras pikiran, sekuat tenaga memperjuangkan agar anaknya bisa hidup seperti layaknya anak-anak yang lain.
Karena itu saat ini ijinkan saya untuk menyampaikan betapa penting berbakti kepada orang tua.

Rekan-rekan dan para hadirin yang saya banggakan.

Alloh yang Maha Bijaksana telah mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua dalam Al Qur’an digandengkan dengan perintah untuk bertauhid sebagaimana firman-Nya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’” (Al Isro’: 23)
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): "Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak". (An Nisa’ : 36).

Dalam ayat ini (berbuat baik kepada Ibu Bapak) merupakan perintah, dan perintah disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan meng-Esa-kan (tidak mempersekutukan) Allah, serta tidak didapatinya perubahan (kalimat dalam ayat tersebut) dari perintah ini. (Al Adaabusy Syar’iyyah 1/434).

Rekan-rekan dan para hadirin yang saya cintai.

Alangkah lebih baik jika kita memahami arti Penting dan Kedudukan Berbakti Pada Orang Tua. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal sholih yang mulia bahkan disebutkan berkali-kali dalam Al Quran tentang keutamaan berbakti pada orang tua. Alloh Ta’ala berfirman:

“Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (An Nisa: 36). Di dalam ayat ini perintah berbakti kepada dua orang tua disandingkan dengan amal yang paling utama yaitu tauhid, maka ini menunjukkan bahwa amal ini pun sangat utama di sisi Alloh ‘Azza wa Jalla. Begitu besarnya martabat mereka dipandang dari kacamata syari’at. Nabi mengutamakan bakti mereka atas jihad fi sabilillah, Ibnu Mas’ud berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rosululloh, ‘Amalan apakah yang paling dicintai Alloh?’ Beliau menjawab, ‘mendirikan sholat pada waktunya,’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa?’ Jawab Beliau, ‘berbakti kepada orang tua,’ lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Alloh.’” (HR. Al Bukhori no. 5970). Demikian agungnya kedudukan berbakti pada orang tua, bahkan di atas jihad fi sabililllah, padahal jihad memiliki keutamaan yang sangat besar pula.





Rekan-rekan dan para hadirin yang saya mulyakan.

Janganlah sekali-kali kita berbuat durhaka kepada orang tua. Ingatlah begitu dahsyatnya ancaman bagi siapapun yang durhaka kepada orang tua.Wahai saudaraku, Rosululloh menghubungkan kedurhakaan kepada kedua orang tua dengan berbuat syirik kepada Alloh. Dalam hadits Abi Bakrah, beliau bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar ?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu) berbuat syirik, duraka kepada kedua orang tua.” (HR. Al Bukhori)

Membuat menangis orang tua juga terhitung sebagaa perbuatan durhaka, tangisan mereka berarti terkoyaknya hati, oleh polah tingkah sang anak. Ibnu ‘Umar menegaskan: “Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang besar.” (HR. Bukhari, Adabul Mufrod hlm 31. Lihat Silsilah Al Ahaadits Ash Shohihah karya Al Imam Al Albani, 2.898)

Alloh pun menegaskan dalam surat Al Isro’ bahwa perkataan “uh” atau “ah” terhadap orang tua saja dilarang apalagi yang lebih dari itu. Dalam ayat itu pula dijelaskan perintah untuk berbuat baik pada orang tua.

Sekarang kita ketahui bersama apa arti penting dan keutamaan berbakti pada orang tua. Kita ingat kembali, betapa sering kita membuat marah dan menangisnya orang tua? Betapa sering kita tidak melaksanakan perintahnya? Memang tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Alloh, akan tetapi bagaimana sikap kita dalam menolak itupun harus dengan cara yang baik tidak serampangan. Bersegeralah kita meminta maaf pada keduanya, ridho Alloh tergantung pada ridho kedua orangtua.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada perkataan yang tidak berkenan.

Assalamu'alaikum wr.wb

Selengkapnya →
 

Selamat Datang

Selamat datang di Emo-7 - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan berselancar di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel dunia coding Blogger, JavaScript, XHTML, CSS, jQuery dan masih banyak lagi artikel yang kami susun, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik. Selengkapnya tentang kami

Sepintas Tentang Donorilmu

Nama saya Donorilmu, Saya seorang freelance designer, blogger, teknisi. Spesialisasi pada Blogger blogs, CSS, XHTML dan jQuery

Info